Ilmu Alamiah dan Teknologi Dimasa Depan

Pemanfaatan Energi Matahari Sebagai Energi Alternatif

    

Gambar Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama. Penghematan telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable).

a. Pemanfaatan Energi Matahari sebagai Pengganti Energi Panas Bumi

    

Dewasa ini persedian sumber energi fosil seperti minyak bumi dan batubara mulai menipis. Sumber energi fosil ini selain memerlukan waktu yang lama untuk terbentuk kembali, juga menghasilkan zat – zat pencemar lingkungan yang ditimbulkan dari proses konversi energi fosil menjadi energi mekanik yang umumnya melalui proses pembakaran.

Energi matahari merupakan energi yang paling utama untuk mahkluk hidup. Ada 2 jenis energi yang dapat dimanfaatkan dari energi matahari secara langsung, yaitu energi panas matahari dan energi foton matahari. energi panas matahari ini tersedia dengan melimpah namun tersebar meluas sehingga harus dikumpulkan terlebih dahulu. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan energi panas matahari disebut kolektor surya. Yang menjadi kendala adalah posisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan dan luas lautan yang lebih besar dari luas daratan, sehingga menyebabkan proses penguapan air yang cukup besar di atmosfir sehingga Indonesia cendrung untuk berawan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Akibatnya radiasi panas matahari langsung menjadi kurang dan kebanyakan adalah radiasi panas matahari sebaran, hal ini lebih menyulitkan proses pengumpulan energi panas tersebut.

b. Pemanfaatan Energi Matahari Sebagai Sumber Energi Listrik

       1. Prinsip Pemanasan Langsung

Dalam hal ini sinar matahari memanasi langsung benda yang akan dipanaskan atau memanasi secara langsung medium, misalnya air yang akan dipanaskan. Sebenarnya cara ini telah lama dikenal, misalnya menjemur pakaian, membuat ikan kering, membuat garam dari laut. Dengan cara pemanasan langsung ini, suhu yang akan diperoleh tidak akan melampaui 100 derajat Celcius. Cara ini dapat lebih efektif bila mempergunakan pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari dikonsentrasikan dengan kolektor ini pada satu tempat sehingga diperoleh suatu suhu yang lebih tinggi. Bentuk kolektor parabolik bulat melandaskan prinsip kompor surya. Prinsipnya adalah sebagai berikut : cahaya matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang bergaris tengah + 2 m, sehingga cahaya matahari akan terkumpul dalam satu fokus. Pada fokus itu dipasang lempengan logam sehingga logam akan menjadi panas sekali, kemudian di atas lempengan logam itulah kita memasak.

        2. Konversi Surya Termis Elektris (KSTE)

Pada cara ini yang dipanaskan adalah juga air, akan tetapi panas yang terkandung dalam air itu akan dikonversikan menjadi energi listrik. Pada prinsipnya, KSTE memerlukan sebuah konsentrator optik untuk pemanfaatan radiasi surya, sebuah alat untuk menyerap energi yang dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, dan sebuah mesin yang agak konvensional untuk pembangkit tenaga listrik. Diperkirakan bahwa sebuah unit KSTE dari 100 MW listrik akan mempunyai 12.500 buah heliostat dengan permukaan refleksi masing-masing seluas 40 m2, sebuah menara penerima setinggi 250 m yang memikul sebuah penyerap untuk membuat uap bagi sebuah turbin selama 6-8 jam.

        3. Konversi Energi Photovoltaik

Pada cara ini energi sinar matahari langsung dikonversikan menjadi energi listrik. Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus searah dengan mempergunakan lapisan-lapisan tipis dari silikon atau bahan-bahan semi konduktor lainnya. Sebuah kristal silinder silikon yang prolitis hampir murni diperoleh dengan mencairkan silikon dalam tungku suhu tinggi dengan tahanan atmosfer yang diatur. Sel surya silikon dikembangkan dalam tahun 1955 oleh Bell Laboratoris (USA) dan banyak dipergunakan bagi kendaraan-kendaraan ruang angkasa dan satelit-satelit selama 20 tahun terakhir.

  Demikian beberapa ulasan tentang pemanfaatan Energi Matahari sebagai Energi alternatif, semoga dapat bermafaat sebagai informasi terutama bagi kita yang sadar bahwa tidak selamanya energi yang ada dibumi ini dapat dinikmati oleh generasi masa depan apabila kita sebagai manusia masa kini terutama kaula muda tidak mau menjaga dan menggunakan energi alternatif lain yang malahan tidak ada habisnya seperti energi Matahari.

REFERENSI : 

http://nandasyaputra.wordpress.com/2012/12/14/energi-matahari-pengganti-minyak-bumi/

http://djukarna.wordpress.com/tag/energi-matahari/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s