Jawaban soal Himpunan dan Fungsi

HIMPUNAN :

1.Jawaban E  (1,2,3,5,7)

    karena bilangan prima yang < 10 (1,2,3,5,7).

2. Jawaban B (7 buah anggota )

Setiap huruf yang sama dalam kalimat hanya boleh ditulis satu kali, kemudian   dijumlahkan.

3. Jawaban D

R= Bilangan Rasional Positif  (X € R = semua bilangan positif)

A=Bilangan asli (Y € R = 1,2,3,….)

C=Bilangan cacah (Z € C = 0,1,2,3,…)

Jadi yang memenuhi nilai X,Y,Z dari data diatas adalah 2,1,0

4. Jawaban D

n(Q)=5 dan (P∩Q) = k,e,t,a,n)

5. Jawaban B

Dari soal diatas didapatkan 30-(15-5)-(17-5)= 30-22 = 8 orang

6. Jawaban C

n(A)= n(B) = n(C)= 10   n(1)=5

n(A ∩ B) = 4, n(A ∩ C) = 3

n(B ∩ C) = 3, n(B ∩ D)= 2

n(A ∩ B ∩ C) = 1, jadi :

n(A ᴜ B ᴜ C ᴜ D)  = 4+2+1+3+5+2 +2+2+1= 24

7. Jawaban B

S= 50 , Matematika = 30- x, Biologi 20-x maka :

50 = 30 – x + x + 20-x +10

50 = 60-x

x = 10

8. Jawaban E 

Yang benar Y dan Z saja, karena dapat disimpulkan dari masalah diatas bahwa  tidak semua brat adalah brot.

9. Jawaban C

Apabila komisinya menjadi A,B,C,D  maka dapat ditentukan 2³ = 8

10. Jawaban E

K C L ; L C M dan K© komplemen K

Jadi (M-L) ᴜ (L – K) © = (L© ᴜ K)

 

FUNGSI

1. Jawaban B

x

5

5

5

y

1

2

3

Karena hanya tabel ini yang membentuk fungsi

 

2. Jawaban E

Nilai F(2) / f (5) =   /  = 0/0 (jadi tidak terdefinisikan)

3. Jawaban A          =  =  =

-8(y-4) = -4(x-3)

-8y + 32 = -4x+12

-8y = -4x-20

Y= ½ x + 20/8, jadi, m = ½

4. Jawaban C

karena titik kordinat pada gambar tersebut saling membentuk fungsi.

5. Jawaban C

Memotong titik (5,4) dan (3,3)

       =  =  =  = -2(y-4) = -1(x-5) = -2y+8 = -x + 5 = -2y = -x – 3 = 2y = x+3

6. Jawaban D

(1849 – 43) = 1806

7. Jawaban A

Y =         =  2 x y + 3y = x-1 = 2 x y – x = -3y -1 = x =      =    1/2

Ilmu Alamiah dan Teknologi Dimasa Depan

Pemanfaatan Energi Matahari Sebagai Energi Alternatif

    

Gambar Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama. Penghematan telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran. Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable).

a. Pemanfaatan Energi Matahari sebagai Pengganti Energi Panas Bumi

    

Dewasa ini persedian sumber energi fosil seperti minyak bumi dan batubara mulai menipis. Sumber energi fosil ini selain memerlukan waktu yang lama untuk terbentuk kembali, juga menghasilkan zat – zat pencemar lingkungan yang ditimbulkan dari proses konversi energi fosil menjadi energi mekanik yang umumnya melalui proses pembakaran.

Energi matahari merupakan energi yang paling utama untuk mahkluk hidup. Ada 2 jenis energi yang dapat dimanfaatkan dari energi matahari secara langsung, yaitu energi panas matahari dan energi foton matahari. energi panas matahari ini tersedia dengan melimpah namun tersebar meluas sehingga harus dikumpulkan terlebih dahulu. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan energi panas matahari disebut kolektor surya. Yang menjadi kendala adalah posisi geografis Indonesia yang terdiri dari kepulauan dan luas lautan yang lebih besar dari luas daratan, sehingga menyebabkan proses penguapan air yang cukup besar di atmosfir sehingga Indonesia cendrung untuk berawan dengan curah hujan yang cukup tinggi. Akibatnya radiasi panas matahari langsung menjadi kurang dan kebanyakan adalah radiasi panas matahari sebaran, hal ini lebih menyulitkan proses pengumpulan energi panas tersebut.

b. Pemanfaatan Energi Matahari Sebagai Sumber Energi Listrik

       1. Prinsip Pemanasan Langsung

Dalam hal ini sinar matahari memanasi langsung benda yang akan dipanaskan atau memanasi secara langsung medium, misalnya air yang akan dipanaskan. Sebenarnya cara ini telah lama dikenal, misalnya menjemur pakaian, membuat ikan kering, membuat garam dari laut. Dengan cara pemanasan langsung ini, suhu yang akan diperoleh tidak akan melampaui 100 derajat Celcius. Cara ini dapat lebih efektif bila mempergunakan pengumpul panas yang disebut kolektor. Sinar matahari dikonsentrasikan dengan kolektor ini pada satu tempat sehingga diperoleh suatu suhu yang lebih tinggi. Bentuk kolektor parabolik bulat melandaskan prinsip kompor surya. Prinsipnya adalah sebagai berikut : cahaya matahari ditampung dengan sebuah cermin cekung yang bergaris tengah + 2 m, sehingga cahaya matahari akan terkumpul dalam satu fokus. Pada fokus itu dipasang lempengan logam sehingga logam akan menjadi panas sekali, kemudian di atas lempengan logam itulah kita memasak.

        2. Konversi Surya Termis Elektris (KSTE)

Pada cara ini yang dipanaskan adalah juga air, akan tetapi panas yang terkandung dalam air itu akan dikonversikan menjadi energi listrik. Pada prinsipnya, KSTE memerlukan sebuah konsentrator optik untuk pemanfaatan radiasi surya, sebuah alat untuk menyerap energi yang dikumpulkan, suatu sistem pengangkut panas, dan sebuah mesin yang agak konvensional untuk pembangkit tenaga listrik. Diperkirakan bahwa sebuah unit KSTE dari 100 MW listrik akan mempunyai 12.500 buah heliostat dengan permukaan refleksi masing-masing seluas 40 m2, sebuah menara penerima setinggi 250 m yang memikul sebuah penyerap untuk membuat uap bagi sebuah turbin selama 6-8 jam.

        3. Konversi Energi Photovoltaik

Pada cara ini energi sinar matahari langsung dikonversikan menjadi energi listrik. Energi pancaran matahari dapat diubah menjadi arus searah dengan mempergunakan lapisan-lapisan tipis dari silikon atau bahan-bahan semi konduktor lainnya. Sebuah kristal silinder silikon yang prolitis hampir murni diperoleh dengan mencairkan silikon dalam tungku suhu tinggi dengan tahanan atmosfer yang diatur. Sel surya silikon dikembangkan dalam tahun 1955 oleh Bell Laboratoris (USA) dan banyak dipergunakan bagi kendaraan-kendaraan ruang angkasa dan satelit-satelit selama 20 tahun terakhir.

  Demikian beberapa ulasan tentang pemanfaatan Energi Matahari sebagai Energi alternatif, semoga dapat bermafaat sebagai informasi terutama bagi kita yang sadar bahwa tidak selamanya energi yang ada dibumi ini dapat dinikmati oleh generasi masa depan apabila kita sebagai manusia masa kini terutama kaula muda tidak mau menjaga dan menggunakan energi alternatif lain yang malahan tidak ada habisnya seperti energi Matahari.

REFERENSI : 

http://nandasyaputra.wordpress.com/2012/12/14/energi-matahari-pengganti-minyak-bumi/

http://djukarna.wordpress.com/tag/energi-matahari/

Peranan dan Dampak dari Ilmu Alamiah dam Teknologi

Fenomena Robot Sebagai Pekerja Rumah Tangga

Gambar        Makin canggihnya teknologi robot di dunia, membuat berbagai perusahaan berlomba-lomba membuat robot terutama robot untuk rumah tangga. Sehingga memudahkan kita menyapu,mengepel, mencuci dan berbagai perintah lainnya,tanpa susah payah mencari pembantu. Pada suatu ketika di masa depan, semua pekerjaan rumah tangga seperti  mempersiapkan makanan dan bersih-bersih rumah, yang selama ini untuk sebagian orang di Tanah Air diserah ke pekerja rumah tangga (PRT), boleh jadi akan ditangani robot. Orang-orang tua yang tinggal sendiri atau punya keterbatasan fisik, bisa menggunakan jasa robot-robot semacam ini. Orang-orang sibuk yang tidak punya PRT juga bisa mengandalkan robot-robot seperti ini. Hal itu sepertinya tidak terlampau futuristik karena sejumlah programer robot di Carnegie Mellon University (CMU) di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, telah menciptakannya meski masih harus dikembangkan agar benar-benar siap pakai. Proyek tersebut mendapat sokongan dari Intel Science and Technology Center.

Berikut akan saya bahas tentang beberapa Robot yang handal untuk dijadikan sebagai pelayan rumah tangga.

1. Apripoco

Apripoco adalah robot berbentuk seperti kura-kura , robot pintar ini dapat membantu pekerjaan rumah seperti menyalakan resquker , memasak air , dan pekerjaan rumah lainnya .
Cara menggunakannya cukup dengan perintahkan dengan berbicara pada robot Apripoco itu. Dan dia langsung mengerjakan perintah diri sang majikan .

2. robot PR2

Perusahaan Willow Garage dari Silicon Valley telah memasarkan robot PR2 buatan mereka. Robot ini memiliki dua tangan pemegang, scanner laser dan banyak sekali kamera untuk melipat pakaian, menyajikan minuman, membersihkan meja, hingga bermain bilyard. Bila baterainya kritis, ia secara otomatis mencari sendiri stop kontak dan mengisi kembali baterainya.

3. RoboCleaner RC3000

ini alat pembersih lantai yang menggunakan kombinasi sapu dan vacuum (penyedot) debu dan kotoran. Dengan teknologi robotic, alat ini dapat bekerja secara otomatis membersihkan ruangan  dengan sempurna tanpa menyisakan debu di lantai maupun di karpet. RoboCleaner juga dilengkapi alat navigasi dan fitur sensor, sehingga mampu mendeteksi benda-benda yang ada di sekitarnya seperti kabel, furnitur dan lain-lain. Tidak perlu khawatir akan mengganggu kenyamanan Anda, karena alat ini juga dilengkapi sensor yang dapat mendeteksi tangga, sehingga alat ini tidak terguling.

4. Herb

Robot yang diberi nama HERB, singkatan dari Home Exploring Robotics Butler, itu diperlihatkan kepada puluhan wartawan dari berbagai negara, termasuk Kompas.com, di Kampus CMU, di Pittsburgh, Rabu (16/5/2012). Ketika itu, HERB yang ditempatkan di dapur mendemonstrasikan kebolehannya memasukan makanan beku ke dalam microwave, memanaskan makanan itu, lalu mengeluarkannya, kemudian menyerahkan kepada orang di sekitarnya. Robot itu, yang biaya pembuatannya hampir setengah juta dollar AS, dikembangkan bersama oleh Intel dan Quality of Life Technologies di CMU di Personal Robotics Lab universitas tersebut. Laboratorium itu berfokus pada pengembangan algoritma yang memungkinkan robot seperti HERB mampu melakukan tugas-tugas yang menuntut dan rumit dalam kondisi lingkungan tempat tinggal manusia yang tidak pasti dan berantakan seperti rumah dan kantor. HERB menggunakan enam komputer multi-core berserta sejumlah sensor guna mengerjakan berbagai pekerjaan di sekitar dapur itu. Untuk menyelesaikan tugasnya, seperti bagaimana menggunakan microwave, HERB juga menggunakan laser-laser yang berputar. Hal itu membantunya dalam membangun model tiga dimensi dari lingkungan sekitarnya. Robot itu juga punya sejumlah kamera untuk mengenali obyek dan dua lengan untuk melakukan aksinya. Lengan-lengannya memiliki sensor, yang memungkinkannya mengetahui lingkungan sekitar. Sensor-sensor itu membantu robot itu tahu di mana suatu benda berada. Dengan begitu, robot tersebut dapat bekerja dengan aman di samping manusia dan melakukan navigasi di dapur atau lingkungan lain, seperti kantor, yang dirancang untuk manusia.

5.  Kojiro

Ilmuan di Tokyo University’s JSK Robotika Laboratorium, telah menciptakan sebuah robot humanoid bernama Kojiro, uniknya ia bisa bergerak dalam mode alami karena memiliki struktur kerangka mirip dengan manusia dan memiliki tulang belakang buatan. Canggihnya lagi, terdapat sekitar 100 sistem mirip otot tendon yang memungkinkan Kojiro lebih bebas bergerak. Sensor ditambahkan ke beberapa sendi dan accelerometer serta dua gyroscopes untuk membantu keseimbangan robot. Pimpinan tim ilmuwan, Profesor Nakanishi mengatakan, kegunaan tulang belakang memungkinkan Kojiro lebih fleksibel bergerak untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Namun, Saat ini normal robot humanoid tidak cocok untuk bekerja di lingkungan kita sehari-hari. Kurangnya keamanan dan fleksibilitas adalah alasan utama. Bahan dasar robot yang keras dan berat bisa melukai manusia atau benda-benda di sekitarnya, dan mereka dapat melakukan tugas-tugas terbatas dibandingkan dengan apa yang manusia lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini para ilmuwan menguji gerakan kecil Kojiro menggunakan konsol game controller. Tim ilmuwan berharap suatu hari nanti akan dapat menangani gerakan-gerakan yang rumit dengan menggunakan seluruh anggota badan. Andaikan itu terwujud, suatu hari nanti anda akan menemukan Kojiro melayani sarapan pagi.

Itulah beberapa Robot yang diyakini akan dapat membantu perkerjaan manusia sebagai pekerja rumah tangga dimasa depan nanti, hal ini akan memudahkan manusia dalam mengerjakan segala pekerjaannya, hal ini tentu hal yang menatik untuk dimiliki apabila robot-robot ini telah dirilis dalam jumlah yang banyak nanti, akan tetapi hal ini juga mengundang kotroversi, Karena dikuatirkan banyak orang dimasa depan yang akan menjadi pengangguran jika semua hal dipercayakan kepada robot-robot yang tentunya tidak perlu digaji. Sehingga juga dikuatirkan dengan pembuatan robot pembantu ini akan diiring dengan meningkatnya jumlah kejahatan.

REFERENSI:

http://forum.kompas.com/teras/207626-5-robot-pembantu-rumah-tangga-terbaik-di-dunia.html

http://log.viva.co.id/news/read/5413-toyota_kembangkan_robot_prt

Pengertian Filsafat, pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan

Pengertian Filsafat, pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan

 

  1. A.  Pengertian Filsafat

Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya dikenal juga dalam berbagai bahasa, seperti : ”philosophic” dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis; “philosophy” dalam bahasa Inggris; “philosophia” dalam bahasa Latin; dan “falsafah” dalam bahasa Arab.

Para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang berbeda itu tidak mendasar. Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara etimologi dan secara terminologi.

Secara etimologi, istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu philosophia – philien : cinta dan sophia : kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta kebijaksanaan dalam arti hakikat.

Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya.

 

Beberapa pengertian Filsafat menurut beberapa para ahli:

  1. Plato ( 428 -348 SM ) : Filsafat tidak lain dari pengetahuan tentang segala yang ada.
  2. Aristoteles ( (384 – 322 SM) : Bahwa kewajiban filsafat adalah menyelidiki sebab dan asas segala benda. Dengan demikian filsafat bersifat ilmu umum sekali. Tugas penyelidikan tentang sebab telah dibagi sekarang oleh filsafat dengan ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).
  3. Cicero ( (106 – 43 SM ) : filsafat adalah sebagai “ibu dari semua seni “( the mother of all the arts“ ia juga mendefinisikan filsafat sebagai ars vitae (seni kehidupan )
  4. Imanuel Kant ( 1724 – 1804 ) : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang didalamnya tercakup empat persoalan. 
  • a.      Apakah yang dapat kita kerjakan ?(jawabannya metafisika )
  • b.      Apakah yang seharusnya kita kerjakan (jawabannya Etika )
  • c.       Sampai dimanakah harapan kita ?(jawabannya Agama )
  • d.      Apakah yang dinamakan manusia ? (jawabannya Antropologi )

 

  1. Harold H. Titus (1979 ): (1) Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepecayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis. Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang dijunjung tinggi; (2) Filsafat adalah suatu usaha untuk memperoleh suatu pandangan keseluruhan; (3) Filsafat adalah analisis logis dari bahasa dan penjelasan tentang arti kata dan pengertian ( konsep ); Filsafat adalah kumpulan masalah yang mendapat perhatian manusia dan yang dicirikan jawabannya oleh para ahli filsafat.

Dari semua pengertian filsafat secara terminologis di atas, dapat ditegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatunya secara mendalam dan sungguh-sungguh, serta radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.

 

  1. B.    Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.

 

Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.

 

 

Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

  1. a.     Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.

  1. b.     Media

Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.

  1. Informasi

Pengertian informasi menurut Oxford English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, gambar, suara, kode, program komputer, basis data. Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan pengamatan terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi.

  1. C.    Pengertian Ilmu Pengetahuan

Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Pengertian ilmu menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :

  1. Ashley Montagu menyebutkan bahwa “Science is a systemized knowledge services form observation, study, and experimentation carried on under determine the nature of principles of what being studied.” (ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu system yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari).
  2. Dr. Mohammad Hatta mendefinisikan “Tiap-tiap ilmu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya, baik menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunannya dari dalam.”

Ilmu (Bahasa Inggris:Knowledge)merujuk kepada kefahaman manusia terhadap sesuatu perkara, yang mana ia merupakan kefahaman yang sistematik dan diusahakan secara sedar. Pada umumnya, ilmu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia.

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi,hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.

Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.

Ciri-ciri Ilmu adalah sebagian daripada aspek kognitif yang terdapat dalam diri manusia. Maka dengan itu ilmu adalah berkaitan dengan aspek kognitif manusia yang lain seperti pengetahuan, pengalaman, dan juga perasaan.

Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.

Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.

Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.

Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.

Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

Sifat-sifat ilmu

Dari definisi yang diungkapkan Mohammad Hatta dan Harjono di atas, kita dapat melihat bahwa sifat-sifat ilmu merupakan kumpulan pengetahuan mengenai suatu bidang tertentu yaitu :

  • Berdiri secara satu kesatuan,
  • Tersusun secara sistematis,
  • Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebab-sebabnya yang meliputi fakta dan data),
  • Mendapat legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset.
  • Communicable, ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya.
  • Universal, ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja di seluruh alam semesta ini.
  • Berkembang, ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan-pengatahuan dan penemuan-penemuan baru. Sehingga, manusia mampu menciptakan pemikiran-pemikiran yang lebih berkembang dari sebelumnya.

 

 

Persamaan antara ilmu, filsafat dan ilmu pengetahuan

  1. a.      Ketiganya mencari rumusan yang sebaik-baiknya menyelidiki objek selengkap-lengkapnya sampai keakar-akarnya.
  2. Ketiganya memberikan pengertian mengenai hubungan atau koheren yang ada antara kejadian-kejadian yang kita alami dan mencoba menunjukan sebab-sebanya.
  3. Ketiganya hendak memberikan sintesis, yaitu suatu pandangan yang bergandengan.
  4. Ketiganya mempunyai metode dan sitem.
  5. Ketiganya hendak memberikan penjelasan tentang kenyataan seluruhnya timbul dari hasrat manusia (objektivitas), akan pengetahuan yang lebih mendasar.

Perbedaan antara filsafat,  pengetahuan, dan ilmu pengetahuan

Perbedaan antara filsafat, pengetahuan, dan ilmu pengetahuan adalah terletak pada konsep dari ketiganya, Mencoba merumuskan pertanyaan atas jawaban. Mencari prinsip-prinsip umum, tidak membatasi segi pandangannya bahkan cenderung memandang segala sesuatu secara umum dan keseluruhan. Pengetahuan lebih spontan sifatnya, sedangkn ilmu pengetahuan lebih sistematis dan reflektif, sesuai dengan pengertiannya bahwa ilmu pengetahuan adalah keseluruhan system pengetahuan manusiayang telah dibakukan secara sistematis dan Ilmu ppenguasaannya terhadap lingkungan hidup manusia.. Dengan demikian pengetahuan jauh lebih luas daripada ilmu pengetahuan karena pengetahuan mencakup segala sesuatuyang diketahui manusia tanpa perlu berarti telah dibakukan secara sistematis. Pengetahuan mencakup penalaran, penjelasan tentang manusia mengetahui sesuatu, jugamencakup praktek atau kemampuan teknis dalam memecahkanberbagai persoalan hidup yang belumdibakukan secara sistematis dan metodis. Dalam beberapa tahun belakangan ini kita melihat adanya perubahan yang mendasar dari evolusi kesadaran manusia yaitu mencari indentitas dirinya. Maka dimana-mana muncul berbagai macam cara untuk memperoleh apa yang dinamakan filsafat, pengetahuan, dan ilmu pengetahuan tentang jati diri dan cara memperolehnya

 

 

 

 

 

 

Pengertian Mitos, Legenda, dan Cerita Rakyat

1. Pengertian Mitos

Ada beberapa pengertian mitos yang diungkapkan oleh para sejarawan. Dari beberapa pengertian itu dapat disimpulkan bahwa :

Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya. Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri. Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak mempercayainya. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan.

Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman. Menurut Moens-Zoeb, orang Jawa bukan saja telah mengambil mitos-mitos dari India, melainkan juga telah mengadopsi dewa-dewa Hindu sebagai dewa Jawa. Di Jawa Timur misalnya, Gunung Semeru dianggap oleh orang Hindu.

Contoh mitos :

Jawa dan Bali sebagai gunung suci Mahameru atau sedikitnya sebagai Puncak Mahameru yang dipindahkan dari India ke Pulau Jawa. Mitos di Indonesia biasanya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, terjadinya susunan para dewa, terjadinya manusia pertama, dunia dewata, dan terjadinya makanan pokok.

2. Pengertian Legenda

Legenda (bahasa Latin: legere) adalah cerita prosa rakyat yang dianggap oleh yang mempunyai cerita sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, legenda sering kali dianggap sebagai “sejarah” kolektif (folk history). Walaupun demikian, karena tidak tertulis, maka kisah tersebut telah mengalami distorsi sehingga sering kali jauh berbeda dengan kisah aslinya. Oleh karena itu, jika legenda hendak dipergunakan sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah, maka legenda harus dibersihkan terlebih dahulu bagian-bagiannya dari yang mengandung sifat-sifat folklor Menurut Pudentia, legenda adalah cerita yang dipercaya oleh beberapa penduduk setempat benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci atau sakral yang juga membedakannya dengan mite.

Dalam KBBI 2005, legenda adalah cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan peristiwa sejarah. Menurut Emeis, legenda adalah cerita kuno yang setengah berdasarkan sejarah dan yang setengah lagi berdasarkan angan-angan. Menurut William R. Bascom, legenda adalah cerita yang mempunyai ciri-ciri yang mirip dengan mite, yaitu dianggap benar-benar terjadi, tetapi tidak dianggap suci. Menurut Hooykaas, legenda adalah dongeng tentang hal-hal yang berdasarkan sejarah yang mengandung sesuatu hal yang ajaib atau kejadian yang menandakan kesaktian.

Contoh legenda :

Disebuah desa terpencil terdapat sebuah gunung yang dikenal angker dan membuat banyak penduduk merasa takut untuk menghampiri gunung tersebut. Gunung ini diyakini warga menyimpan banyak cerita mistik dan masih bertahan hingga saat ini. Digunung itu terdapat sosok penunggu yang dikenal sangat tidak ramah terhadap siapapun yang menginjakkan kaki digunung tersebut, bahkan satwa pun diyakini warga enggan untuk menghampiri gunung tersebut karena merasa takut dan terancam oleh sipenunggunya, penunggu tersebut bernama Ndoro Riri.

Gunung yang ditumbuhi pohon besar tepat ditengahnya ini memang terlihat sangat angker sekali. Warga yang tinggal di desa tempat gunung tersebut terletak mengatakan bahwa ketika matahari sudah terbenam gunung akan berubah menjadi sebuah tempat yang sangat menyeramkan meskipun dilihat dari jarak yang jauh. Pada suatu hari salah seorang warga pendatang yang baru menetap di desa tersebut karena istrinya merupakan warga desa setempat menghampiri gunung tersebut. Warga tersebut bernama Mali. Karena tidak tahu menahu bahwa gunung tersebut menyimpan jejak misterius, maka pria ini dengan biasa saja mendekati gunung itu sambil berlama-lama disana.

Matahari sudah terbenam, namun Mali belum juga sampai kerumah. Istrinya pun panik, dan akhirnya dia memberitahukan hal ini kepada keluarganya. Sementara itu Bapak/Ibu istri Mali meyakini bahwa menantunya tersebut berada di gunung yang angker itu karena tidak mengerti kalau gunung itu berbahaya. Kemudian istri Mali bersama Bapak dan Ibunya meminta bantuan warga untuk mencari keberadaan Mali digunung itu. Warga pun akhirnya secara beramai-ramai mendatangi gunung itu guna mencari keberadaan Mali. Sudah lebih dari 3 jam warga mengintari gunung tersebut untuk mencari dimana Mali berada, namun pria ini tidak kunjung ditemukan, dan warga pun akhirnya pulang. 30 menit kemudian, warga sangat terkejut melihat kedatangan Mali yang terlihat berjalan dari arah gunung tersebut. Mali terlihat pucat dan sulit diajak bicara. Setelah meneguk segelas air putih Mali baru kemudian berbicara kepada warga dan juga istrinya bahwa setelah menginjakkan kakinya digunung itu dia lantas tidak bisa melihat apa-apa. Dia mengatakan bahwa semuanya menjadi sangat gelap dan dia tidak bisa bergerak sama sekali. Selain itu, dia juga tidak bisa mendengar apa pun. Warga pun akhirnya memberi tahu Mali bahwa gunung tersebut memang menyimpan misteri dan tidak satu pun warga di desa mereka yang berani menginjakkan kaki digunung tersebut.

3. Pengertian Cerita Rakyat

Cerita Rakyat adalah sebagian kekayaan budaya dan sejarah yang dimiliki Bangsa Indonesia. Pada umumnya, cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam cerita rakyat umumnya diwujudkan dalam bentuk binatang, manusia maupun dewa. Fungsi Cerita rakyat selain sebagai hiburan juga bisa dijadikan suri tauladan terutama cerita rakyat yang mengandung pesan-pesan pendidikan moral. Banyak yang tidak menyadari kalo negeri kita tercinta ini mempunyai banyak Cerita Rakyat Indonesia yang belum kita dengar, bisa dimaklumi karena cerita rakyat menyebar dari mulut – ke mulut yang diwariskan secara turun – temurun. Namun sekarang banyak Cerita rakyat yang ditulis dan dipublikasikan sehingga cerita rakyat Indonesia bisa dijaga dan tidak sampai hilang dan punah.

Sekarang banyak juga Cerita Rakyat yang difilmkan lho dan sisi positifnya Cerita Rakyat jadi semakin terjaga meski kadang ada penambahan jalan ceritanya.

Contoh cerita rakyat

Kelelawar Yang Pengecut

Di sebuah padang rumput di Afrika, seekor Singa sedang menyantap makanan. Tiba-tiba seekor burung elang terbang rendah dan menyambar makanan kepunyaan Singa. “Kurang ajar” kata singa. Sang Raja hutan itu sangat marah sehingga memerintahkan seluruh binatang untuk berkumpul dan menyatakan perang terhadap bangsa burung.

“Mulai sekarang segala jenis burung adalah musuh kita”, usir mereka semua, jangan disisakan !” kata Singa. Binatang lain setuju sebab mereka merasa telah diperlakukan sama oleh bangsa burung. Ketika malam mulai tiba, bangsa burung kembali ke sarangnya.

Kesempatan itu digunakan oleh para Singa dan anak buahnya untuk menyerang. Burung-burung kocar-kacir melarikan diri. Untung masih ada burung hantu yang dapat melihat dengan jelas di malam hari sehingga mereka semua bisa lolos dari serangan singa dan anak buahnya.

Melihat bangsa burung kalah, sang kelelawar merasa cemas, sehingga ia bergegas menemui sang raja hutan. Kelelawar berkata,”Sebenarnya aku termasuk bangsa tikus, walaupun aku mempunyai sayap. Maka izinkan aku untuk bergabung dengan kelompokmu, Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk bertempur melawan burung-burung itu”. Tanpa berpikir panjang singa pun menyetujui kelelawar masuk dalam kelompoknya. Malam berikutnya kelompok yang dipimpin singa kembali menyerang kelompok burung dan berhasil mengusirnya. Keesokan harinya, menjelang pagi, ketika kelompok Singa sedang istirahat kelompok burung menyerang balik mereka dengan melempari kelompok singa dengan batu dan kacang-kacangan. “Awas hujan batu,” teriak para binatang kelompok singa sambil melarikan diri. Sang kelelawar merasa cemas dengan hal tersebut sehingga ia berpikiran untuk kembali bergabung dengan kelompok burung. Ia menemui sang raja burung yaitu burung Elang. “Lihatlah sayapku, Aku ini seekor burung seperti kalian”. Elang menerima kelelawar dengan senang hati. Pertempuran berlanjut, kera-kera menunggang gajah atau badak sambil memegang busur dan anak panah. Kepala mereka dilindungi dengan topi dari tempurung kelapa agar tidak mempan dilempari batu. Setelah kelompok singa menang, apa yang dilakukan kelelawar ?. Ia bolak balik berpihak kepada kelompok yang menang. Sifat pengecut dan tidak berpendirian yang dimiliki kelelawar lama kelamaan diketahui oleh kedua kelompok singa dan kelompok burung. Mereka sadar bahwa tidak ada gunanya saling bermusuhan. Merekapun bersahabat kembali dan memutuskan untuk mengusir kelelawar dari lingkungan mereka. Kelelawar merasa sangat malu sehingga ia bersembunyi di gua-gua yang gelap. Ia baru menampakkan diri bila malam tiba dengan cara sembunyi-sembunyi.

Referensi :

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/08/pengertian-filsafat/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan

http://h34lthy.blogspot.com/2012/11/pengertian-ilmu-pengetahuan.html

http://bangungunanto.wordpress.com/2012/03/26/beberapa-contoh-mitos-legenda-dan-cerita-rakyat/

http://faesabila.blogspot.com/2010/11/persamaan-dan-perbedaan-ilmu-filsafat.html

 

 

 

hubungan antara kebudayaan dan keindahan

1. Hubungan antara keindahan dengan kebudayaan Pengertian Kebudayaan         

Selain itu Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Adapun menurut istilah Kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia. Secara detail pengertian kebudayaan adalah Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di terima oleh semua masyarakat.

Secara hubungan jelas keindahan selalu hadir di setiap kebudayaan , begitu pula di dalam kebudayaan pasti mempunyai nilai nilai keindahan , sehingga keindahan dalam kebudayaan selalu terikat dan menyatu padu secara erat sehingga lahirlah kebudayaan yang terlihat indah.

2. Keindahan Dalam Kebudayaan        

Kebudayaan kontras dengan keindahan,karena didalam kebudayaan itu sendiri mengandung unsur-unsur estetis yang membuatnya terlihat mahal untuk dibudayakan.  Keindahan dalam kebudayaan merupakan salah satu sifat manusia dalam karya cipta manusia. Didalam kebudayaan apapun pasti memiliki nilai keindahan , karena di dalamnya memiliki nilai estetika enak di pandang , dan didalamnya kebudayaan memiliki keindahan yang mewakili sifat-sifat dari keindahan tersebut. Suatu kebudayaan tidak akan berkembang tanpa adanya suatu keindahan yang tidak bisa dinikmati oleh mata. Jadi hubungan antara keindahan kerap kaitannya dengan keindahan,.

kebudayaan sangat banyak jenisnya , ada yang mewakili nilai nilai Sosial , spiritual , perjuangan , mata pencaharian , kesenian , dan lain lain. dan biasanya orang – orang banyak melihat keindahan yang di tampilkan melalui kesenian dari kebudayaan tersebut , padahal dari jenis kebudayaan yang lain pun terdapat nilai – nilai keindahan di dalamnya.

Kebudayaan merupakan suatu kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah. Serta  kebudayaan merupakan suatu yang agung dan mahal, tentu saja karena ia tercipta dari hasil rasa, karya, karsa, dan cipta manusia yang kesemuanya merupakan sifat yang hanya ada pada manusia.

                                                                                                                                       

2. Hubungan antara Kebudayaan dan Peradaban

  1. Kebudayaan

Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

  1. Peradaban

Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat “kompleks”: masyarakat yang mempraktikkan pertanian intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. “Peradaban” dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya lebih digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK. Dapat dikatakan bahwa suatu peradaban adalah suatu tatanan, kegiatan, dan cara hidup masyarakat yang terbentuk karena adanya suatu kebudayaan.

 

PENGERTIAN SISTEM NILAI BUDAYA

Pengertian Nilai Budaya

Tylor dalam Imran Manan (1989;19) mengemukakan moral termasuk bagian dari kebudayaan, yaitu standar tentang baik dan buruk, benar dan salah, yang kesemuanya dalam konsep yang lebih besar termasuk ke dalam ‘Nilai’. Hal ini di lihat dari aspek penyampaian pendidikan yang dikatakan bahwa pendidikan mencakup penyampaian pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai.

Nilai Budaya ini merupakan rangkaian dari konsep-konsep abstrak yang hidup dalam masyarakat, mengenai apa yang dianggap penting dan berharga, tetapi juga mengenai apa yang dianggap remeh dan tidak berharga dalam hidup. Sistem nilai budaya ini menjado pedoman dan pendorong perilaku manusia dalam hidup yang memanifestasi kongkritnya terlihat dalam tata kelakuan. Dari sistem nilai budaya termasuk norma dan sikap yang dalam bentuk abstrak tercermin dalam cara berfikir dan dalam bentuk konkrit terlihat dalam bentuk pola perilaku anggota-anggota suatu masyarakat.

Ada beberapa hal yang digunakan untuk menganalisa suatu Nilai dalam kebudayaan,diantara nya:

1. Dasar-dasar pemilihan objek terhadap mana sebuah orientasi berlaku, yaitu apakah pemilihan ditentukan oleh keturunan (ascription) atau keberhasilan (achievement).

2. Kepatutan atau ketak-patutan pemuasan kebutuhan melalui tindakan ekspresif dalam konteks tertentu, yaitu apakah pemuasan yang patut harus disarankan atas pertimbangan perasaan, (affectivity) atau netral perasaan (affective neutrality).

3. Ruang lingkup perhatian dan kewajiban terhadap sebuah objek yaitu apakah perhatian harus jelas dan tegas untuk sesuatu (specificity) atau tidak jelas dan tegas, atau berbaur (diffuseness).

4.Tipe norma yang menguasai orientasi terhadap suatu objek yaitu apakah norma yang berlaku bersifat universal (universlism) atau normanya bersifat khusus (particularism).

5. Relevan atau tidak relevannya kewajiban-kewajiban kolektif dalam konteks tertentu, yaitu apakah kewajiban-kewajiban didasarkan kepada orientasi kepentingan pribadi (self-orientation) atau kepentingan kolektif (collective orientation).

Spranger mengemukakan ada 6 nilai pokok dalam setiap kebudayaan, yaitu:

1.         Nilai teori yang menentukan identitas sesuatu.

2.         Nilai ekonomi yang berupa utilitas atau kegunaan.

3.         Nilai agama yang berbentuk das Heilige atau kekudusan.

4.         Nilai seni yang menjelmakan expressiveness atau keekspresian.

5.         Nilai kuasa atau politik.

6.         Nilai solidaritas yang menjelma dalam cinta, persahabatan, gotong royong dan lain-lain.

Keenam nilai ini masing-masing mempunyai logika, tujuan, norma-norma, maupun kenyataan masing-masing. 

A.        Perubahan Sitem Nilai Budaya

1.         Konsep Sistem Nilai Budaya

Sistem nilai budaya adalah konsepsi-konsepsi tentang nilai yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar anggota masyarakat, dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi sikap mental, cara berfikir, dan tingkah laku mereka. System nilai budaya adalah hasil pengalaman hidup yang berlangsung dalam kurun waktu yang lama, sehingga menjadi kebiasaan yang berpola. Sistem nilai budaya yang berpola merupakan gambaran sikap dan tingkah laku anggota masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan dalam hidup bermasyarakat.

2.         Alasan Perubahan Sistem Nilai Budaya.

Ada beberapa alasan mengapa terjadi pergeseran dan perubahan tentang system nilai budaya menurut Munandar Sulaiman, antara lain;

a.         Jarak komunikasi antar etnis

b.         Pelaksanaan pembangunan

c.         Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi

3.         Dampak Perubahan Sistem Nilai Budaya

Apabila terjadi perubahan pada system nilai budaya maka akan terjadi juga perubahan sikap mental, pola pikir, dan pola tingkah laku anggota masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Aspek kehidupan manusia dapat dibedakan menjadi dua yaitu manusiawi dan tidak manusiawi. Aspek kehidupan manusiawi diungkapkan sesuai dengan system nilai budaya sebagai pandanagan hidup, melalui sikap salaing menyayangi, melindungi, menghargai, dan lainnya yang dirasakan sebagai keindahan hidup. Sebaiknya aspek kehidupan tidak manusiawi diungkapkan melalui sikap dan perbuatan yang merugikan, menggelisahkan, dan menjadikan manusia menderita. Ungkapan berbagai aspek kehidupan akan dijabarkan menjadi beberapa tema pengkajian Ilmu Sosial Budaya Dasar.

 

 

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERBUDAYA

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BUDAYA

 

Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya. Pengertian Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya. Manusia sebagai Makhluk Berbudaya berarti manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk – makhluk lain yang diciptakan di muka bumi ini yaitu manusia memiliki akal yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan. Selain itu manusia juga harus mendayagunakan akal budi untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua makhluk.

Pengertian Manusia

Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. Manusia mempunyai tingkatan yang lebih tinggi dari makhluk lainnya, manusia juga mempunyai akal yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar yang terus-menerus. Oleh karena itu manusia harus bersosialisasi dengan lingkungan, yang merupakan pendidikan awal dalam suatu interaksi sosial. Hal ini menjadikan manusia harus mempunyai ilmu pengetahuan yang berlandaskan ketuhanan. Karena dengan ilmu tersebut manusia dapat membedakan antara yang hak dengan yang bukan hak, antara kewajiban dan yang bukan kewajiban. Sehingga norma-norma dalam lingkungan berjalan dengan harmonis dan seimbang. Agar hasil dari pendidikan, yakni kebudayaan dapat diimplementasikan dimasyaakat.

Pendidikan sebagai hasil kebudayaan haruslah dipandang sebagai motivator terwujudnya kebudayaan yang tinggi. Selain itu pendidikan haruslah memberikan kontribusi terhadap kebudayaan, agar kebudayaan yang dihasilkan memberi nilai manfaat bagi manusia itu sendiri khususnya maupun bagi bangsa pada umumnya.

Dengan demikian dapat kita katakan bahwa kualitas manusia pada suatu negara akan menentukan kualitas kebudayaan dari suatu negara tersebut, begitu pula pendidikan yang tinggi akan menghasilkan kebudayaan yang tinggi. Karena kebudayaan adalah hasil dari pendidikan suatu bangsa.

Pengertian Budaya

Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. Sedangkan dalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.

 

        KEBUDAYAAN SEBAGAI HASIL PRODUK MANUSIA

Manusia sebagai Makhluk Berbudaya berarti manusia adalah makhluk yang memiliki kelebihan dari makhluk – makhluk lain yang diciptakan di muka bumi ini yaitu manusia memiliki akal yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang selalu berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu manusia harus menguasai segala sesuatu yang berhubungan dengan kepemimpinannya di muka bumi disamping tanggung jawab dan etika moral harus dimiliki, menciptakan nilai kebaikan, kebenaran, keadilan dan tanggung jawab agar bermakna bagi kemanusiaan. Selain itu manusia juga harus mendayagunakan akal budi untuk menciptakan kebahagiaan bagi semua makhluk Tuhan antara Manusia dengan Kebudayaan.

        Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensi, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

        Budaya sebagai sistem gagasan menjadi pedoman bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku. Seperti apa yang dikatakan Kluckhohn dan Kelly bahwa “Budaya berupa rancangan hidup” maka budaya terdahulu itu merupakan gagasan prima yang kita warisi melalui proses belajar dan menjadi sikap perilaku manusia berikutnya yang kita sebut sebagai nilai budaya.

Berdasarkan penjelasan di atas, kaitan antara manusia dan kebudayaan manusia adalah kebudayaan adalah hasil dari ide, gagasan dan pemikiran baik nyata ataupun abstrak dan juga sebagai rancangan hidup masa depan.. Jadi dapat diartikan pula bahwa semakin tinggi tingkat kebudayaan manusia, semakin tinggi pula tingkat pemikiran manusia tersebut. Dan kebudayaan itu digunakan untuk melangsungkan kehidupan bermasyarakat antar manusia karena sifat manusia yaitu makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus hidup dengan manusia lainnya. Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.

        Manusia dan kebudayaan sangat erat terkait satu sama lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah diatur oleh Sang Pencipta.

            Budaya tercipta/terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini.  Di samping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan  manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.

        Dari uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

•Kebudayaan merupakan hasil produk dari manusia,karena manusia lah yang mengendalikan dan   menciptakan kebudayaan, bukan sebaliknya;

•kebudayaan itu hanya dimiliki oleh masyarakat manusia;

•kebudayaan itu tidak diturunkan secara biologis melainkan diperoleh melalui proses belajar;

• kebudayaan itu didapat, didukung dan diteruskan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

       

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan (dinamis) sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh sebab itu tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Mari kita lihat contoh nya, Kebudayaan di Indonesia sebenarnya sudah dipengaruhi pula oleh kebudayaan asing. Oleh karena itu, banyak percampuran antara budaya Indonesia dengan budaya asing. Namun, pada akhirnya mendarah daging menjadi budaya Indonesia. Misalnya, pakaian adat Betawi yang digunakan saat pernikahan. Pakaian tersebut merupakan campuran budaya Tionghoa dan Arab. Pakaian pengantin wanita terpengaruh budaya Tionghoa, sedangkan pakaian pengantin laki-laki terpengaruh budaya Arab. Dari warna pakaiannya pun, bisa terlihat. Merah dan emas adalah warna yang identik dengan masyarakat Tionghoa. Campuran seperti ini tentunya sudah terjadi sejak dulu, saat Indonesia didatangi negara lain. Budaya pun ikut memberi pengaruh terhadap budaya daerah dan masyarakatnya

 

Namun, perubahan kebudayaan sebagai hasil cipta, karsa dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi nilai manfaat bagi manusia dan kemanusian, bukan sebaliknya yaitu yang akan memusnakan manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.

 

SUMBER DAN REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia

http://ratrismart.blogspot.com/2010/04/pengertian-manusia.html

http://images.totogarawangi.multiply.multiplycontent.com

http://febrinarhm.blogspot.com/2012/06/manusia-sebagai-makhluk-berbudaya.html

http://citradewiriska.blogspot.com/2012/05/manusia-sebagai-makhluk-berbudaya.html